Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan Kristen

 Proses perencanaan merupakan langkah pertama dan utama yang perlu diperhatikan dengan teliti dan cermat baik berkaitan dengan karakteristik sarana dan prasarana yang dibutuhkan, jumlah, jenis, kendala beserta harganya. Perencanaan merupakan kegiatan yang menggambarkan proses perincian rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai kebutuhan. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana agar tepat guna dan ideal dalam mendukung proses belajar mengajar. (Oktavia, 2020).

Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan hendaknya melibatkan unsur-unsur yang penting di sekolah seperti kepala sekolah dan wakilnya, pendidik dan tenaga kependidikan, serta komite sekolah. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan tingkat kematangan dari sebuah perencanaan yang dilakukan serta meminimalisir adanya suatu kesalahan.

Seperti halnya pada sekolah kristen BINA BAKTI yang beralamatkan di Jl.Bima No.1 & 9, Bandung  40172. Dimana sekolah ini sudah berdiri 45 tahun lamanya dengan turut campur tangan dari Tuhan dalam segala perkara terbutkti dari buah- buahnya yang dihasilkan.

Sekolah BINA BAKTI ini tentunya memiliki visi dan misi. Yang menjadi Visinya yaitu: “Menjadi lembaga penyelenggaraan layanan pendidikan sebagai perwujudan kasih kristiani kepada masyarakat dan bangsa Indonesia, dengan tujuan membangun manusia seutuhnya sebagai citra Allah, berdasarkan prinsip Alkitabiah. Sedangkan yang menjadi Misi sekolah Bina Bakti adalah “ Membangun dan mengembangkan sistem pelayanan pendidikan sesuai dengan visi sekolah Bina Bakti dan tujuan pendidikan nasional. Membuka Unit- Unit pelayanan pendidikan dan mendukung penyelenggaraan dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan.

Dari Visi dan Misi sekolah Bina Bakti kami dapat menarik pemahaman mengenai perencanaan sarana dan prasarana yang ada disekolah tersebut terlihat dari visi dan misi sekolah yang dicantumkan untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Tentunya untuk dapat menjadi sekolah yang memiliki kualitas yang bagus harus melakukan perencaanaan yang maksimal pula dan dilakukan analisis kebutuhan dan untuk kegiatan apa dilaksanakan. Tujuan dan perencanaan adalah demi menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan, untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam pelaksanaannya. Sekolah Bina Bakti dari profil sekolah yang ada di Websitenya kami memahami bahwa sekolah ini melakukan perencanaan yang sangat bagus dimana sarana dan prasarana yang ada disekolah tersebut benar- benar mendukung perkembangan sekolahnya.

Adapun sarana dan Prasarana yang ada disekolah Bina Bakti yakni sekolah ini memiliki satuan/ unit- unit sekolah yaitu TKK 1, TKK-3 KOPO, SDK-1, PROGRAM SDK-2 MATIUS, SDK-3, SMPK-1, SMPK-2 MATIUS, SMPK-3 KOPO, SMAK-1, SMAK-2 MATIUS, SMAK- 3 KOPO. Semua satuan sekolah itu dilengkapi oleh gedung- gedung sekolah yang bagus dan ruang kelas yang kondusif. Tidak hanya itu saja sekolah Bina Bakti memiliki Big Band dan tentunya dilengkapi oleh sarana dan prasarana ruang musik lengkap dengan alat- alat musiknya seperti drumband, piano, speaker, mic, kursi, gitar, dendang dll. Adapun fasilitas pendukung lainnya dari sekolah Bina Bakti yaitu: dilengkapi taman bermain lengkap alat permainannya, ruang kelas dengan meja dan kursi yang terlihat bagus dan kondusif, perpustakaan lengkap dengan buku- bukunya beserta rak buku sehingga tersusun rapi, ada pula ruang Balet, kolam renang, ruang ibadah, kamar mandi yang bersih dan luas, audiotorium, lapangan dalam ruangan, lapangan basket ruang fitnes, ruang makan, musik tradisional, laboratorium bahasa dan Laboratorium komputer. Dengan sarana dan prasarana itulah sekolah kristen Bina Bakti menjadi sekolah sekolah yang bermutu.

Demikian halnya pula Sekolah Kristen Immanuel (SKI) yang berada di Jl. Letjen Sutoyo, Komplek Sutoyo Indah Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. Dengan Visi sekolah yaitu  “sekolah kristen yang dalam mendidik anak bangsa dengan nilai- nilai kristiani. Dan Misi sekolah ini yaitu” mendidik siswa menjadi manusia yang berkualitas secara akademik, fisik, mental, mental dan spiritual serta memiliki kemampuan dan kegemaran belajar seumur hidup sehingga dapat memberi dampak bagi lingkungan sekitar dengan nilai-nilai kristian”. Sebagian filisofi yang kami ambil dari sekolah ini adalah peningkatan kemampuan siswanya yaitu membaca dengan lancar disertai dengan pemahaman yang baik, menulis dengan jelas, berbicara fasih, menghitung dengan cepat dan tepat. Filosofi lain yaitu PBM dilakukan sesuai tahapan perkembangan siswa seutuhnya.

Sarana prasarana yang ada dalam Sekolah Kristen Immanuel ini yaitu memiliki unit- unit sekolah yang dilengkapi juga dengan ruangan kelas sebagai penunjang pembelajaran unit sekolah itu yaitu: Unit TK, Unit SD, Unit SMP, unit SMA, dan SMK.

Dalam pembahasan ini kami mengambil unit sekolah SMA dimana SMA ini menyediakan kegiatan ektrakurikuler yang dilengkapi denga sarana dan prasana pendukung kegaitan tersebut seperti kegiatan pramuka, kegiatan olahraga dengan sarana prasarana pendukungnya yaitu lapangan untuk melakukan olahraga serta peralatan pendukung untuk olahraga. Kegiatan ektrakurikuler lainnya yaitu,  seni musik dilengkapi dengan ruang musik dan alat musiknya. Kegiatan ekstrakurikuler lainnya yaitu seni tari dengan ruang khusus untuk menari. SMA ini juga menyediakan tempat untuk ibadah. Dan tak lupa saraa dan prasarana itu didukung oleh tenaga pendidik yang profesional untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikannya.

Sarana prasarana lainnya yaitu ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium yang lengkap, lingkungan sekolah yang bersih dan aman, serta staf yang melayani dengan sepenuh hati.

Sekolah krsisten lainnya yaitu Sekolah Penabur Primary- Secondary Kelapa Gading. Merupakan suatu sekolah terbaik berada dilahan seluas 14.678 meter persegi, diperuntukkan untuk primary dan secondary. Dalam satu lokasi  yang sudah terintegrasi dari jenjang awal (primary) hingga secondary dan untuk melengkapi kenyamanan, skolah ini memiliki area parkir dilatai basement dan berbagai fasilitas lainnya.

Sekolah ini merencanakan dan menghadirkan ruangan kegiatan belajar yang memadai. Gedung Primary- secondary ini terdiri dari 27 ruang kelas, ruang multimedia yang sudah dilengkapi dengan softboar dan sudah terkoneksi langsung dengan sistem perangkat lunak bahasa, ruang komputer, perpustakaan, ruang seni musik, ruang robotik, laboraorium dan kantin. Selain itu gedung primary juga memiliki lapangan basket dan unit kesehatansekolah (UKS) lengkap dengan dokter gigi yang bertugas. Sedangkan gedung secondarynya juga dilengkapi dengan fasilitas seperti 31 ruang kelas, ruang komputer, ruang perpustakaan, studio musik, ruang seni lukis, ruang seni vokal yang kedap suara, ruang memasak, ruang multimedia, bahasa, UKS dan kantin.serta dilengkapi 2 lapangan masing masing untuk tingkat Lower Secondary dan Upper Secondary. Serta laboratorium terpisah untuk pelajar kimia, fisika dan biologi.

Adapula sarana dan prasarana lain yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan kedua jenjang yaitu: audiotorium berdesain modern dan beberapa ruang pertemuan dan kelas juga sudag dilengkapi dengan LCD da CCTV.

Berdasarkan uraian perencanaan sarana dan prasarana yang ada dalam pendidikan kristen menjadi suatu penentu untuk meningkatkan kualitas dari sekolah- sekolah kristen. Karena sarana dan prasarana berupaya untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar berjalan dengan baikdan produktif, yang juga dapat memperngaruhi prestasi belajar siswa dan meningkatkan motivasi belajar sisiwa.

Adapun Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah kristen ini tentunya harus berbagai hal yaitu:

Menyesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuannya, karena apa? Karena apabila sarana dan prasaran yang direncanakan tidak sesuai kebutuhannya maka itu akan dapat menjadi pemborosan. Misalnya sekolah kristen immanuel hanya membutuhkan alat tambahan untuk olahraga bulu tangkis maka barang yang perlu ditambah atau dibeli hanya untuk kebutuhan olahraga bulu tangkis saja. Karena jika membeli barang lainnya sementara barang untuk kebutuhan itu masih banyak dan bisa dipergunakan itu akan membuat pemborosan. Agar sarana dan prasarananya tidak berlebih dan tidak kekurangan

Mutu dari alat atau barang juga harus diperhatikan agar dapat dipergunakan lebih efektif . Misalnya sekolah kristen Bina Bakti membeli barang- barang yang memiliki mutu yang baik, maka pemakaian dari barang/ alat itu akan lebih tahan lama.

Jenis alat atau barang yang diperlukan harus tepat dan dapat meningkatkan efesiensi kerja. Sekolah Kristen juga harus memperhatikan jenis alat yang dibeli apakah itu dapat memepernudah pekerjaannya atau sebaliknya. Sebaiknya alat yang dibeli dapat mempermudah pekerjaannya.

Perencanaan yang matang dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan dan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengadaan sarana dan prasarana. Kesalahan yang terjadi dapat berupa pembelian barang yang tidak sesuai dengan kualifikasi, jumlah dana yang tersedia, tingkat kepentingan, dan tingkat keterdesakan. Dengan demikian diperlukan sistem informasi dan koordinasi yang baik antara tugas perencana dan petugas pengadaan melalui koordinasi pimpinan.  Untuk menghindari terjadi kesalahan dalam pembelian barang ini kepala sekolah kristen harus melakukan koordinasi kepada guru melalui TU untuk meminta usulan sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan di kelas dan untuk kegiatan ekstrakurikulernya.

Melalui pemahaman kami penulis mendeskripsikan bahwa perencanaan sarana prasarana pendidikan kristen itu dilakukan tahapan- tahapan yaitu:  

Analisis kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan

Menginventarisasikan sarana prasarana yang ada

Kemudian diadakan seleksi, barang yang yang masih bisa dipergunakan dan tidak.

Setelah mengetahui barang yang diperlukan itu apa saja maka langkah selanjutnya menyediakan dana.

Kemudian memberikan wewenang untuk melaksanakan tugas penyediaan sarana dan prasarana. 

Comments